Ini Kisah Friedrich Silaban Membangun Masjid Istiqlal

istiq

Bisnis.com, JAKARTA – Arsitek Friderich Silaban adalah sosok di balik berdirinya bangunan megah Masjid Istiqlal, Jakarta. Silaban dan Istiqlal kemudian menjadi contoh nyata toleransi di Indonesia.

Sebagai penganut Kristen Protestan, Silaban tidak merasa terbebani merancang bangunan ibadah yang berbeda dengan keyakinannya.

Poltak Silaban, putra ketiga Friederich Silaban menuturkan kendati tidak memiliki pengetahuan soal ajaran Islam, ayahnya merasa tertantang merancang masjid tersebut.

Ketika merancang Istiqlal, Poltak menuturkan ayahnya bimbang karena masjid yang dirancangnya tersebut apakah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.

Poltak mengungkapkan demi membangun rancangan masjid yang sesuai dengan ajaran Islam, ayahnya pergi ke sejumlah tempat untuk bertemu dengan para ulama. Pada pertemuan tersebut, Silaban berdiskusi tentang kaidah-kaidah yang harus diperhatikan dalam membangun masjid.

“Jelas [Masjid Istiqlal] merupakan contoh nyata toleransi di Indonesia. Kalau dahulu ada tantangan tetap jalan,” ujarnya.

Silaban pada awal kemerdekaan memiliki peranan penting dalam menata Jakarta. Setiadi Sopandi, dalam situs arsitekturindonesia.org, menuliskan, pada 22 Februari 1953, Pemerintah RI meluncurkan sayembara untuk mencari dan menentukan gagasan rancangan arsitektur masjid nasional.

Kehadiran masjid tersebut dirasa penting sebagai salah satu simbol kebangsaan. Friedrich Silaban akhirnya memuncaki sayembara tersebut. Pada 7 Desember 1954, rancangannya terpilih di antara 27 rancangan yang masuk ke meja panitia.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Loading the player...