Buwas: 50% Peredaran Narkotika Seluruh Indonesia Dikendalikan dari Lapas

buwas

AKARTA – Lembaga pemasyarakatan (lapas) seyogianya berfungsi sebagai lembaga pembinaan warga negara yang terjerat kasus kriminal. Namun pada kenyataannya ada saja hal-hal menyimpang yang dilakukan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab, salah satunya pengendalian peredaran narkotika dari dalam lapas. Akibat hal itulah lapas kini mendapat penyimpangan pandangan dari publik Tanah Air.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso membenarkan bahwa 50 persen peredaran narkotika di Indonesia ternyata dikendalikan oleh narapidana yang berada di balik lapas. “Peredaran narkoba 50 persen dikendalikan di balik lapas,” ungkap Buwas –sapaan akrabnya— di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis 15 Juni 2017.

Buwas melanjutkan, terkait pengendalian peredaran narkotika ini, BNN meminta sistem keamanan lapas lebih ditingkatkan, jadi ke depannya tidak ditemukan lagi masalah-masalah yang sama. Ia juga mengimbau Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk segera memperbaikinya.

“Jaringan narkotika ini tahu, mereka ingin mengikuti kekuatan negara. Dengan mempelajari oknum-oknum mana yang bisa dibeli,” ungkap Buwas.

Selain itu, dalam giatnya beberapa waktu lalu, BNN juga menemukan sebuah lapas mewah yang dihuni jaringan terpidana mati Freddy Budiman. Fakta ini jadi membuktikan hal yang kontradiksi dengan keterangan yang menyatakan bahwa lapas-lapas di Indonesia mengalami kelebihan kapasitas.

“Lapas mengatakan penuh, overkapasitas. Tapi nyatanya kedapatan ruangan sendiri. Ada dapur, ruang tamu, kantor, ruang makan, bisa pelihara arwana, punya staf. Apakah negara akan dibohongi begini terus? Seolah-olah tidak terjadi,” tandas Buwas.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Loading the player...